Sabtu, 17 Desember 2016

Pernyataan PKS terkait Aleppo

PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
No.02/K/PYT/DPP-PKS/1438
TENTANG
TINDAKAN KEKERASAN, PENGUSIRAN, DAN PEMBUNUHAN MASSAL YANG
MENGARAH PADA GENOSIDA DAN KEJAHATAN PERANG TERHADAP WARGA
SIPIL DI ALEPPO, SURIAH.

“..Barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. “ (QS. Al-Maidah: 32)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dalam sebulan terakhir, pemerintah dan militer Suriah rezim Bashar al-Assad telah melakukan kekerasan, pengusiran dan pembunuhan massal yang mengarah pada genosida dan kejahatan perang terhadap warga sipil di Aleppo yang telah menelan korban lebih dari 1.070 rakyat sipil tewas, 130.000 warga mengungsi, dan kerusakan di banyak rumah sakit dan tempat ibadah.

Laporan-laporan yang kredibel menyatakan bahwa selama konflik Suriah berlangsung telah menewaskan lebih dari 450.000 rakyat sipil, lebih dari satu juta jiwa mengalami luka-luka dan lebih dari 12 juta rakyat sipil Suriah telah pergi mengungsi. Pada 15 Desember 2016 disepakati gencatan senjata selama tiga hari untuk memberikan kesempatan semua pihak melakukan evakuasi rakyat sipil. Beberapa aksi demonstrasi mengutuk tindak kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat sipil Aleppo terjadi di Turki, Bosnia, Palestina, Maroko, Kuwait, dan Perancis.

Kita menyadari bahwa upaya menjunjung prinsip “non-intervention” yang dipegang oleh masyarakat internasional yang beradab tidak boleh mengabaikan tanggungjawab para pihak untuk melindungi warga sipil dalam konflik bersenjata (Responsibility to Protect) dan kewajiban para pihak untuk melakukan upaya-upaya pencegahan terjadinya genosida (Prevention of Genocide) sehingga “humanitarian intervention” untuk menjamin hak-hak warga sipil dalam konflik bersenjata di Aleppo Suriah tidak boleh ditunda.

Dengan demikian, menghormati prinsip “non-intervention” tidak perlu diartikan sebagai mengesampingkan “humanitarian intervention” agar keselamatan dan hak-hak warga sipil dalam konflik bersenjata di Aleppo Suriah dapat terjamin dan terpelihara.

Atas nama kemanusiaan dan upaya membangun dunia yang lebih adil dan beradab, Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) menyatakan sikap:

1. Mengecam tindakan kekerasan, pengusiran, dan pembunuhan massal yang mengarah pada genosida dan kejahatan perang terhadap warga sipil Aleppo di Suriah yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Bashar al-Assad dan Militer Suriah serta kelompok etnis Suriah lainnya. Tindakan tersebut mengarah pada kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia dan komunitas Internasional.

2. Mendesak pemerintah Indonesia agar berperan aktif mendorong negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (Organization of Islamic Cooperation) dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nation Security Council) untuk segera menghentikan tindakan kekerasan, pengusiran dan pembunuhan massal yang mengarah pada genosida dan kejahatan perang terhadap warga sipil Aleppo di Suriah.

3. Meminta agar pemerintah Indonesia dapat menjamin keselamatan dan keamanan setiap Warga Negara Indonesia (WNI) dan bekerjasama dengan masyarakat internasional untuk menjamin keselamatan warga sipil yang sedang berada di Suriah. Perlindungan terhadap keselamatan dan keamanan warga sipil itu harus menjadi prioritas semua pihak yang bekerja di daerah konflik bersenjata.

4. Mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera, untuk berperan aktif memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Aleppo di Suriah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 16 Desember 2016

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

                           PRESIDEN,                                                                                                             SEKRETARIS JENDERAL,

            H. Mohamad Sohibul Iman, Ph.D.                                                                                    H. Mustafa Kamal, S.S.

Sabtu, 05 November 2016

In Memoriam :
PAK OYE YANG SAYA KENAL

Matahari belum begitu tinggi, ketika saya menyusuri jalan sempit paving blok perumahan Binong Permai blok F14 No 24. 51 meter sebelum tiba di Mushola Bina Ihsani, lantunan kalimat Thoyyibah mengumandang. Diselingi suara gemuruh Takbir yg bergema beberapa kali. Saya bergegas  berwudhu. Jenazah M. Syahrie bin Umar sebentar lagi disholatkan.

"Saudara2 sekalian, hari ini kita akan menyolatkan jenazah seorang Mujahid. Kita yakin, almarhum ini mati syahid..." suara orang yg mewakili keluarga almarhum ini tercekat. Terdengar ia sesegukan. Kata2nya sejenak terhenti. Ia tak sanggup meneruskan. Suasana begitu haru menyelimuti hati para jama'ah yg memenuhi hingga shaf belakang Musholla Bina Ihsani.

"Saudara2 kita menjadi saksi, orang yang ada di hadapan kita ini mati Syahid. Karena ia mati dalam membela Agama, membela Al Qur'an...! Lanjut si pembuka prosesi sholat jenazah itu lantang.

"Allahu Akbar..., Allahu Akbar....!" Berkali-kali Takbir berkumandung menyambut kata-kata si pembawa acara.

Ketika sholat dimulai, yang diimami uUstadz Sulaiman, isak tangis para jama'ah pun pecah... Mereka haru mengiringi kepergian Mujahid gagah tersebut.

Saya mengenal Asy Syahid. Sederhana, periang, ramah dan amat bersemangat. Di Musholla Bina Ihsani ia dikenal sebagai dedengkotnya. Lantaran amat rajin membina kaum ibu dan remaja. Almarhum yg sehari2 disapa Pak Oye itu, amat bersemangat memfasilitasi setiap kegiatan  dakwah, para kader dakwah.

"Ibu2 jangan lupa ya, dukung pak Sultoni," ujarnya bersemangat di hadapan ibu2 yg berhasil dikumpulkannya di musholla Bina Ihsani, ketika saya berkampanye.

51 meter setelah saya beranjak dari makamnya, saya msh saja tak sanggup menahan sesegukan isak tangis saya. Haru, bangga dan bercampur malu. Saya yang lebih muda dari almarhum, kenapa tak berani berada di barisan depan saat Aksi Bela Islam 4 November 2016? Saya ini kan lebih muda? Tak mengidap penyakit seperti beliau? Lebih segar, lebih sehat, lebih lincah? Tapi kenapa almarhum yang jauh lebih tua, berpenyakit asma, lebih sepuh, justru lebih gagah semangat jihadnya membela kemuliaan Al Qur'an?

Sultoni
Ketua bidang senbud dpw pks Banten.
Aleg fraksi pks dprd kab Tangerang 2004-2014.
Penulis lirik nasyid " islam cinta keadilan ( mars pk ) ".

Kamis, 17 Maret 2016

Anggota Dewan PKS 2014-2019


2014-2019CAD DPR Dappil Jabar 6 1 - Mahfudz Abdurrahman 
2014-2019CAD DPR Dappil Jabar 6 2 - Dr. Sitaresmi S Soekanto, M.Psi 
2014-2019CAD DPR Dappil Jabar 6 3 - Dr. Nursanita Nasution, SE, Ak, ME 
2014-2019CAD DPR Dappil Jabar 6 4 - H. Ahmad Chudori, S.T 
2014-2019CAD DPR Dappil Jabar 6 5 - Drs. Amri Yusra, M.Si 
2014-2019CAD DPRD Jabar Dappil 6 1 - Drs. H. Nur Supriyanto, MM. 
2014-2019CAD DPRD Jabar Dappil 6 2 - Ir. H. Imam Budi Hartono 
2014-2019CAD DPRD Jabar Dappil 6 3 - Ii Marlina 
2014-2019CAD DPRD Jabar Dappil 6 4 - Ali Chudori, SP, MM. 
2014-2019CAD DPRD Jabar Dappil 6 5 - Hj. Izza Mutia, SP. 
2014-2019CAD DPRD Kota Bekasi Dappil 2 1 - Drs. H. Heri Koswara 
2014-2019CAD DPRD Kota Bekasi Dappil 2 10 - Widowati, S.Pd. 
2014-2019CAD DPRD Kota Bekasi Dappil 2 2 - Sri Widianti, S.Kom. 
2014-2019CAD DPRD Kota Bekasi Dappil 2 3 - Rinto Andrianto, S.Pd.I, M.Si 
2014-2019CAD DPRD Kota Bekasi Dappil 2 4 - drg. Yumelia Ernita 
2014-2019CAD DPRD Kota Bekasi Dappil 2 5 - Yusuf Suprapto 
2014-2019CAD DPRD Kota Bekasi Dappil 2 6 - Ambar Jayusman 
2014-2019CAD DPRD Kota Bekasi Dappil 2 7 - Siti Rohayati, S.Pd. 
2014-2019CAD DPRD Kota Bekasi Dappil 2 8 - Yulianto Fajar Wahyudi, M.Pd. 
2014-2019CAD DPRD Kota Bekasi Dappil 2 9 - Parta, S.Pd.I